oknum TNI aktip Bekingi Gudang BBM Ilegal di Depan Sekolah EIBOS Natar, Pemerintah Harus Tegas

PENABERITAONE.com, Lampung selatan Lampung,- Maraknya penjualan Bahan Bakar Minyak secara ilegal di Lampung sudah bukan hal baru, adanya gudang-gudang BBM ilegal di Lampung banyak tersebar di semua sudut kota maupun kabupaten, hampir semua SPBU di Provinsi Lampung dijadikan tempat menjadi pemasok bagi para pemilik gudang.

Penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite sangat dikeluhkan oleh masyarakat, karena sangat berdampak buruk, Antrian panjang kendaraan para pengecor serta kuota yang cepat habis menjadi sering di alami oleh masyarakat pada saat ingin membeli BBM di SPBU., harusnya pemerintah dengan sigap men carikan solusinya agar masyarakat bisa nyaman dan tidak perlu takut kehabisan BBM.

Untuk itu sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas terhadap oknum - oknum yang terlibat dalam praktek ilegal ini, mulai dari memperketat perjanjian antara pihak Pertamina dan mitra yang mengelola SPBU, menindak tegas perusahaan jika terbukti menggunakan BBM subsidi dan tentunya oknum Aparat Penegak Hukum yang terlibat ada dikenai sanksi disiplin hingga pemecatan.

Diantara sekian banyaknya gudang ilegal di Lampung salah satunya Gudang yang berlokasi di Jl.Branti Raya , candimas, natar Lampung selatan. Gudang yang diduga menimbun BBM jenis solar hingga puluhan ton ini
Kembali aktip. Puluhan ton BBM jenis solar ditimbun digudang tersebut, solar-solar didapatkan dari para pelangsir yang setiap harinya berkeliling di setiap SPBU yang tersebar di lampung dengan menggunakan berbagai macam jenis kendaraan.

Salah seorang warga yaitu PN yang berkerja sebagai tukang ojek mengatakan gudang penimbunan BBM illegal jenis solar itu sudah mulai beroperasi kembali setelah cukup lama tutup karena adanya penangkapan oleh Polda Lampung hampir di semua kabupaten dan kota. PN juga mengatakan kalau Gudang ilegal tersebut dibekingi oleh oknum TNI aktip dari Angkatan Darat dan juga Marinir.

" Kalau kami terserah mas yang penting jangan semau-maunya aja, karena percuma kami lapor ke polisi pasti tidak akan didengarkan, mungkin sudah dikasih sama Gudang he, he, he". Tegas PN, senin (26/5/2026)
Editor : Bimo Perdana,S.H
 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.